Sikap Tawakkal yang Benar dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Sunnah
Makna Tawakkal yang Benar
Tawakkal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar atau usaha yang maksimal dan benar. Tawakkal bukan berarti pasrah tanpa usaha, dan bukan pula mengandalkan usaha semata.
Prinsip-Prinsip Tawakkal dalam Islam
-
Berusaha dengan sungguh-sungguh (Ikhtiar)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ikatlah untamu lalu bertawakkallah.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa seseorang harus melakukan langkah konkret sesuai kemampuannya sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah. -
Menyerahkan hasil kepada Allah
Setelah usaha dilakukan, seorang Muslim percaya bahwa hasil sepenuhnya ditentukan oleh Allah, baik sesuai keinginan kita maupun tidak.
Allah berfirman:
“… kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 159) -
Yakin bahwa Allah cukup sebagai Penolong
Orang yang bertawakkal meyakini bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, bahkan ketika hasilnya tidak sesuai rencana.
“Cukuplah Allah sebagai Penolong.” (QS. Al-Ahzab: 3) -
Tidak bergantung pada makhluk
Tawakkal adalah ibadah hati yang hanya boleh ditujukan kepada Allah, bukan kepada manusia, harta, atau jabatan. -
Tenang dan tidak gelisah setelah berusaha
Tawakkal melahirkan ketenangan karena seseorang mengetahui bahwa segala urusan berada dalam kendali Allah. -
Tawakkal bukan alasan untuk malas atau pasrah
Menghindari usaha dengan alasan “pasrah kepada Allah” bukanlah tawakkal, melainkan tawaakul (pasrah yang salah). Islam melarang sikap malas, dan Rasulullah selalu bekerja keras sesuai kemampuan.
Contoh Sikap Tawakkal dalam Kehidupan
-
Belajar sungguh-sungguh lalu menyerahkan hasil ujian kepada Allah.
-
Bekerja dan merencanakan masa depan sambil yakin bahwa rezeki sudah diatur Allah.
-
Mengobati penyakit sambil percaya bahwa Allah yang menyembuhkan.
-
Berdoa dan berusaha ketika menghadapi masalah, bukan hanya menunggu keajaiban.
Kesimpulan
Tawakkal yang benar adalah ikhtiar maksimal, disertai doa, lalu berserah diri sepenuhnya kepada Allah atas hasilnya.
By : Al Khamidy